5 Fakta Wanita Meningg4l di Bus Primajasa, Tak Ada Identitas hingga Seorang Pria Ngaku Suami Korban



TRIBUN-VIDEO.COM - Seorang wanita meninggal dunia di dalam Bus Primajasa jurusan Garut - Jakarta, Selasa (12/2/2019).

Wanita tersebut meninggal secara misterius di bangku penumpang saat bus dalam perjalanan menuju Garut dari Jakarta.

Dirangkum Tribun-Video, berikut 5 Fakta kasus meninggalnya seorang wanita di bangku bus Primajasa.

1. Kondektur Bus Lapor Polisi

Kanit Reskrim Polsek Tarogong Kidul, Ipda Aji kepada Tribun-Video menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan terkait meninggalnya korban dari kondektur bus.

Laporan diterima Polsek Tarogong Kidul sekitar pukul 14.00 WIB.

"Setelah mendapat laporan, pihak kami langsung menuju Terminal Guntur untuk melakukan pemeriksaan dan evakuasi korban," ujar Ipda Aji kepada Tribun-Video, Jumat (15/2/2019).

2. Tak Ditemukan Identitas

Saat memeriksa korban, tak ada satu pun identitas yang ditemukan polisi.

"Jadi tak ada kartu identitas yang ditemukan, korban kemudian kami bawa ke rumah sakit untuk diidentifikasi," ujar Aji.

3. Suami Korban Datang ke Polsek

Pihak kepolisian kemudian menyebarkan informasi tersebut di media sosial, berharap keluarga korban mengetahuinya.

Usaha polisi membuahkan hasil, keluarga korban yang diwakili sang suami datang ke polsek untuk memastikan korban adalah keluarganya.

"Jadi karena tak ada identitas, kami sebarkan info di sosmed. Keesokan harinya ada warga katanya suami korban datang ke polsek bawa kartu identitas yang foto wajahnya sama dengan korban," kata Ipda Aji.

4. Identitas Korban

Berdasarkan informasi dari suami, korban adalah Nurhayati, warga Kampung Cisonari, Desa/Kecamatan Cigedug, Kabupaten Garut.

"Korban warga Garut, sudah menikah cuma memang kerja di Jakarta." ujar Ipda Aji.

Hal tersebut berdasarkan kartu identitas korban yang dibawa sang suami ke kantor polisi.

"Saat dapat kabar ada wanita meninggal di bus, suami mikirnya itu adalah istrinya karena tak kunjung sampai rumah saat pulang dari Jakarta," ucap Ipda Aji.

5. Tak Ada Tanda-tanda Tindak Kekerasan

Dari hasil pemeriksaan forensik, tak ditemukan  tanda-tanda tindak kekerasan di tubuh korban.

"Tak ada tanda-tanda tindakkan kekerasan, diduga meninggal karena sakit," ujarnya.

Dugaan tersebut diperkuat dengan pengakuan suami korban yang membenarkan bahwa korban pulang ke Garut dalam keadaan sakit.

"Korban sebelumnya mengeluh pusing ke suami, jadi korban meninggal karena sakit. Diduga hipertensi," ucapnya.

Jenazah korban pun telah diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan.

"Keluarga korban menolak untuk diautopsi, jadi langsung kami seharkan ke pihak keluarga." tutup Ipda Aji.